Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya melakukan berbagai perbaikan dan mengembangkan pariwisata di bali guna mendukung target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019
Bali mengembangkan Pariwisata Budaya, karena kebudayaan merupakan paling potensial bagi kehidupan masyarakatnya, berakar sangat mendalam dalam sejarahnya dan mempunyai peradaban tua dan ini dapat dikembalikan sejarahnya pada permulaan tahun masehi dan tersebar secara meluas, Modal dasar adalah kebudayaan berfungsi secara normatif dan operasional. Sebagai normatif peranan kebudayaan diharapkan mampu dan potensial dalam memberikan identitas, pegangan dasar, pola pengendalian, sehingga keseimbangan dan ketahana budaya juga diharapkan mampu menjadi daya tarik utama bagi peningkatan pariwisata. Ini memberi petunjuk betapa pentingnya peranan kebudayaan bagi pengembangan pariwisata. Jadi bukan berarti kebudayaan untuk pariwisata tetapi sebaliknya pariwisata untuk kebudayaan. Dan kebudayaan disini bukan hanya berfungsi untjk dinikmati, tetapi juga sebagai media untuk membawa saluing pengertian dan hormat menghormati.Daya tarik Bali adalah dengan kebudayaannya yang unik dan merakyat. Kehidupan kebudayaannya adalah menyatunya agama, kebudayaan, adat yang harmonis, cipta, rasa dan karsa sebagai unsur budi daya manusia menonjol mengambil bentuk keagamaan, estetika dan etika (seni budaya, solidaritas, gotong royong rasa kebersamaan). Pelaksanaan upacara-upacara keagamaan mewariskan potensi ketrampilan dalam seni budaya dan disiplin rohani tekun bekerja dan taat pada norma-norma kehidupan masyarakat.Bali telah mulai menginjak dunia kepariwisataan mulai tahun 1927 sampai sekarang dan telah menjadi pusat pariwisata yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 61% lebih tertarik pada kebudayaan dan 32,8% pada keindahan pemandangan alam flora dan fauna dan sisanya 5,37% pada hal-hal lain.Dalam peningkatan pariwisata, beberapa elemen kebudayaan dan peristiwa kebudayaan telah berperan antara lain :

Perlu ide -ide yang brilian oleh pengusaha dan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata Bali, baik dari segi infrastruktur maupun penambahan destinasi baru sehingga tidak ada kesan menoton dalam perkembangan pariwisata Bali.

Suatu pembaruan juga dapat memberikan daya tarik yang baru bagi wisatawan agar mereka tidak cepat berpaling ke daerah lain.
Untuk bisa mencapai target itu, perlu ada kerjasama yang bagus antara sesama pemangku kebijakan dan semua stagholder pariwisata dalam mengembangkan pariwisatanya. Pemerintah perlu menekankan agar pelaku pariwisata lebih mengantisipasi perubahan situasi sehingga dapat mengambil langkah-langkah untuk menghadapi makin ketatnya persaingan si era global saat ini.

Memang pada era milineal saat ini, pariwisata di bali tidak bisa lagi bergerak lambat namun harus cepat. Jika tidak pariwisata di bali akan mengalami penurunan. Bali mau tak mau harus meregulasi lagi kebijakan pemasaran pariwisatanya bila tak ingin ditinggalkan wisatawan. Era globalisasi dapat diakui juga membuat persaingan merebut hati wisatawan datang ke bali makin ketat. Bila pemerintah bali tak mau berbenah dengan menderegulasi kebijakan pemasaran sektor pariwisatanya, bali diyakini tidak akan mampu mencapai target seperti yang dicanangkan pemerintah. Untuk bisa mencapai target itu, perlu ada kerjasama yang bagus antara sesama pemangku kebijakan dan semua stagholder pariwisata dalam mengembangkan pariwisatanya.

Jika saya berkesempatan membuka sebuah bisnis di bidang pariwisata saya ingin membangun sebuah restaurant. Sebuah restauran yang menarik akan membuat para pengunjung merasa terkesan dan ingin pergi ke restaurant tersebut Sebuah data menunjukkan bahwa tema menarik pada restoran kini menjadi pertimbangan yang sangat penting, mengingat bahwa saat ini generasi milenial lebih mudah terkesan dengan konsep dan suasana restoran yang unik. Namun apapun konsep dari restoran, kenyamanan restoran tetap harus diperhatikan. Dan tidak ada salahnya jika Anda juga menyediakan fasilitas Wi-Fi untuk pengunjung restoran untuk semakin memanjakan mereka. Jika saya berkesempatan membuka sebuah bisnis di bidang pariwisata saya ingin membangun sebuah restaurant. Sebuah restauran yang menarik akan membuat para pengunjung merasa terkesan dan ingin pergi ke restaurant tersebut

langkah selanjutnya menggunakan software untuk meningkatkan pelayanan.
Salah satu software yang penting untuk bisnis restoran adalah software akuntansi. Penggunaan software akuntansi saat ini sudah sangat luas terutama untuk sektor bisnis, salah satunya bisnis restoran. Software akuntansi dapat mempermudah aktivitas bisnis salah satunya untuk membantu meningkatkan pelayanan. Software akuntansi tidak hanya dapat digunakan untuk membuat laporan keuangan secara akurat saja, namun juga membantu mencatat database pelanggan, misalnya data transaksi hingga hari ulang tahun pelanggan. Dengan mengetahui hari ulang tahun pelanggan, Anda bisa berkesempatan untuk memberikan hadiah bagi pelanggan yang sedang berulang tahun. Hal ini tentu akan membuat pelanggan puas karena merasa diapresiasi.
Selain sistem akuntansi, sistem POS juga tidak kalah penting untuk bisnis restoran. Dengan sistem POS, pelayanan staff di restoran akan meningkat. Hal ini dikarenakan sistem POS dapat membantu proses transaksi tercatat dengan lebih cepat sehingga sistem kerja karyawan pun dapat lebih cepat.




Pada intinya saya ingin membangun usaha restaurant yang dapat berkembang dengan pesat
Di era yang sudah memasuki revolusi industri 4.0 ini , industri pariwisata di indonesia semakin maju dengan menggunakan beberapa teknologi teknologi yang sudah sangat maju. Pariwisata Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang akan mengubah secara mendasar wajah berbagai industri termasuk industri pariwisata. industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber.
Hal ini ditandai dengan berubahnya perilaku wisatawan yang sangat digital selain juga semakin dominannya travellers milenial. Sekitar 70% travellers melakukan ‘search dan share’ melalui platform digital dan lebih dari 50% inbound travellers kita adalah kaum milenial,
Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Pada kesempatan itu Menpar Arief Yahya mengajak kaum milenial di Kaltim agar memanfaatkan era revolusi industri 4.0 (tourism 4.0) menjadi sumber keunggulan kompetitif baru dalam memenangkan pariwisata di pasar global.
Menpar Arief Yahya bersama narasumber Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR-RI dalam acara Millennial Gathering 2019 menjelaskan, era industri 4.0 akan mengubah serta mendisrupsi industri pariwisata secara mendasar dengan terwujudnya “cost value” atau dikenal dengan “more for less, experience value (personalized)”, dan platform value (resources sharing) yang dinikmati para travellers.
Terwujudnya seamless dan personalized experience, menurut Arief Yahya, karena adanya peran teknologi 4.0 antara lain big data analytics, artificial intelligence, internet of things(IoT), robotics, augmented reality, cloud computing, maupun blockchain. Sebagai contoh konkrit, adanya robotic airport guide/helper memungkinkan dan membantu para travellers mempercepat proses check-in dan boarding di bandara.
Selain itu dengan memanfaakan teknologi augmented reality (AR) juga memungkinkan munculnya pelayanan e-concierge, m-payment, atau personal assistant di hotel. Begitu pula adanya teknologi virtual reality menjadikan seluruh informasi destinasi wisata tidak lagi melalui brosur atau penjelasan para guide, akan tetapi sudah memanfaatkan teknologi virtual reality lewat smartphone di tangan para travellers.
Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, Millennial Gathering 2019 menjadi wadah dalam mengangkat isu-isu terkini di kalangan generasi muda yang berkaitan dengan kondisi global. Hal ini kata dia, akan membentuk generasi muda menjadi insan kreatif yang mampu bersaing di dunia internasional. “Pertemuan ini sebagai wadah inspirasi generasi milenial untuk menduplikasi semangat kreatif dan proses pengembangan industri pariwisata berbasis model industri 4.0,” kata Hetifah Sjaifudian.
Sementara Menpar dalam acara yang mengangkat tema ”Created Creators: Millennial dalam Pariwisata di Era Industri 4.0” itu menegaskan kembali datangnya revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan.
“Cepat atau lambat akan terjadi di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata. Sebagai persiapan menyambut tourism 4.0, Kemenpar antara lain menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange,” katanya.
Platform ini sebagai etalase produk pariwisata berwujud digital untuk mengakomodasi para UMKM kecil, mikro, dan menengah agar semakin eksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace
Pengaruh dunia digital ini juga membawa dampak buat sektor pariwisata di tanah air, lho. Dalam rangka membangun sektor pariwisata di era Revolusi Industri 4.0, ternyata sumber daya manusia alias SDM yang andal jadi kunci suksesnya pembangunan pariwisata. Hal ini juga ditekankan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya.
Saat menghadiri Rakornas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) II Tahun 2019 dengan tema Curricullum & Training Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDI) Champion 4.0 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, ia mengungkapkan bahwa pengembangan SDM sedang jadi fokus pemerintah Indonesia pada 2019.
Penyelenggaraan Rakornas Pariwisata II Tahun 2019 dimaksudkan sebagai upaya menyinergikan seluruh kekuatan kepariwisataan nasional melalui penguatan SDM pariwisata agar dapat memenangkan kompetisi global di era industri 4.0. Rakornas mengangkat tema besar “Curriculum & Training Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDI) Champion 4.0”.





This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.